Jika engkau mau ngendalikan arah peganglah angin itu...
Menyadari keindahan yang membuat aku kagum atas alam yang diciptakan tuhan yang maha Esa untuk dinikmati dan diresapi.
Ketika itu ada seorang pria berumur 18thn dia ingin mencari kesungguhan hidup yang sebenarnya dalam hidupnya selalu dibebani rasa ngiris atas kemanjaan dalam keluarga, yang selau dipuja,dimanja, hingga pada pada dia memberanikan diri untuk keluar dari kehidupan yang serba ada. Berjalan mengitari dari kota ke kota hingga pulau ke pulau sementara hati nya tetap belum merasakan kenyataan arti hidup yang sebenarnya. Perjalanya mengikuti langkah kakinya berawal dari terminal Gajah Mada(sumut).
Malam itu dengan langkah pasti tas carier dipundak serta sebotol air mineral yang menghiasi tangannya tanpa ragu dia membeli karcis bus(sebut saja kartika),setelah bertransaksi dengan pihak CV dia langsung bergegas naik bus yang ditunjukan oleh petugas CV tersebut,hingga tempat duduk yg siap menghantarkan siap untuk menempuh perjalanan panjannya.
Langkah demi langkah yang aku jalani tidak akan pernah menjadi cerita..
Tulisan demi tulisan yang aku tintakan tidak akan bisa dijadikan pedoman yang abadi
Tapi perbuatan perbuatan yang aku lakukan maka akan aku pertanggung jawabkan
Aku ingin mencari keutamaan, karena aku bukan manusia yang berada pada lantai kesempurnaan.
Banyak hal yang tidak aku ketahui dan banyak hal yang aku lupakan
Itu semua adalah aku sebagai makhluk yang diciptakan kurang menghargai arti hidup
Dengan sejuta kelemahan dan kekurangan.
Bangkitlah wahai jiwa yang tertekan sembilu
Karena engkau memiliki jiwa dan angan angan yang luas
Resapi makna dalam Al-Quran
Kembalilah kepada ketenangan dan raihlah kemenangan bersama.
Bersambung...